Hizbut Tahrir Palestina mengatakan bahwa kepolisian daerah Salfit Betlehem – telah menahan empat orang anggota mereka dan akan ditahan selama lebih dari 20 hari – sejak dimulainya aksi mogok makan yang mereka lakukan hari minggu kemarin.
Para orang tua dari ke empat anggota Hizbut Tahrir tersebut mengutuk penahanan yang dilakukan polisi kepada anak-anak mereka.
Mereka juga menyalahkan pihak otoritas Palestina atas terjadinya penangkapan dan penahanan itu. Dan mereka juga meminta pertanggung jawaban pihak otoritas Palestina apabila terjadi sesuatu terhadap anak mereka.
Tulisan berita di atas diambil dari situs eramuslim.com yang berjudul Polisi Palestina Menahan Anggota Hizbut Tahrir, berita ini mungkin adalah berita biasa bagi pergerakan islam di seluruh dunia. Aktivis pergerakan Islam sudah biasa ditangkap pihak keamanan dengan tuduhan terorisme sampai subversif.
Namun, yang menjadi hal baru adalah, ternyata pergerakan Hizbut Tahrir menggunakan metode mogok makan di dalam perjuangannya. Seperti kita ketahui Pergerakan Hizbut Tahrir lahir di Kota Khalil di Palestina dan mengedepankan is Khilafah dalam setiap aktifitas pergerakannya.
Mengapa mogok makan menjadi hal yang baru, karena cara ini pulalah yang dilakukan oleh Ibu Saad bin Abi Waqash dalam memperngaruhi anaknya Saad bin Abi Waqash ra untuk keluar dari Islam dan tetap musyrik.
Ibu Saad bernama Hamnah, (waktu masih musyrik) bersumpah untuk tidak makan dan tidak minum, sampai Saad mau meninggalkan Muhammad SAW.
Saad mengatakan : Demi Allah, wahai ibuku seandainya kamu punya seratus nyawa, kemudian keluar satu-persatu nyawa itu, saya tidak akan sudi untuk keluar dari agama saya. Karena itu terserah ibu mau makan atau tidak.
Kemudian Allah menurunkan ayat : “Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentangnya, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan tetap pergaulilah keduanya di dunia dengan baik
(QS Luqman :15)
Posted by zidni