Hizb ut Tahrir Mogok Makan

February 26, 2009

Hizbut Tahrir Palestina mengatakan bahwa kepolisian daerah Salfit Betlehem – telah menahan empat orang anggota mereka dan akan ditahan selama lebih dari 20 hari – sejak dimulainya aksi mogok makan yang mereka lakukan hari minggu kemarin.

Para orang tua dari ke empat anggota Hizbut Tahrir tersebut mengutuk penahanan yang dilakukan polisi kepada anak-anak mereka.

Mereka juga menyalahkan pihak otoritas Palestina atas terjadinya penangkapan dan penahanan itu. Dan mereka juga meminta pertanggung jawaban pihak otoritas Palestina apabila terjadi sesuatu terhadap anak mereka.

Tulisan berita di atas diambil dari situs eramuslim.com yang berjudul Polisi Palestina Menahan Anggota Hizbut Tahrir, berita ini mungkin adalah berita biasa bagi pergerakan islam di seluruh dunia. Aktivis pergerakan Islam sudah biasa ditangkap pihak keamanan dengan tuduhan terorisme sampai subversif.

Namun, yang menjadi hal baru adalah, ternyata pergerakan Hizbut Tahrir menggunakan metode mogok makan di dalam perjuangannya. Seperti kita ketahui Pergerakan Hizbut Tahrir lahir di Kota Khalil di Palestina dan mengedepankan is Khilafah dalam setiap aktifitas pergerakannya.

Mengapa mogok makan menjadi hal yang baru, karena cara ini pulalah yang dilakukan oleh Ibu Saad bin Abi Waqash dalam memperngaruhi anaknya Saad bin Abi Waqash ra untuk keluar dari Islam dan tetap musyrik.

Ibu Saad bernama Hamnah, (waktu masih musyrik) bersumpah untuk tidak makan dan tidak minum, sampai Saad mau meninggalkan Muhammad SAW.

Saad mengatakan : Demi Allah, wahai ibuku seandainya kamu punya seratus nyawa, kemudian keluar satu-persatu nyawa itu, saya tidak akan sudi untuk keluar dari agama saya. Karena itu terserah ibu mau makan atau tidak.

Kemudian Allah menurunkan ayat : “Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentangnya, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan tetap pergaulilah keduanya di dunia dengan baik
(QS Luqman :15)


Kenaikan BBM dan Penghematan

May 8, 2008
Akhirnya BBM itu naik juga, akhir 2005 yang lalu bapak presiden pernah menyampaikan tidak akan menaikan harga BBM lagi. Oleh karena itu, semenjak pernyataan itu dibuat, pemerintah langsung mengarap proyek smartcard yang dipimpin oleh BPH Migas.

Pertama, masalah BPH Migas, 2005 yang lalu saya pernah terlibat dalam salah satu proyek monitoring BBM Minyak Tanah oleh BPH Migas, konsepnya setiap agen akan mengirimkan laporan stok mereka melalui SMS ke BPH Migas dan sistem informasi IT di BPH Migas akan menampilkan laporan itu kepada para pengambil keputusan di lembaga pemerintah sekaligus memonitor penyaluran Minyak Tanah ke masyarakat. Tetapi saat ini kebijakan yang dilakukan adalah konversi minyak tanah ke Gas Elpiji, lalu buat apa sistem itu dibuat?.

Kedua, Jika BBM dinaikan maka imbasnya adalah pengeluaran pengguna mobil dan motor akan bertambah pada pos pembelian BBM, perawatan kendaraan dan Onderdil untuk masing-masing kendaraan mereka. Tetapi bagi masyarakat yang tidak memiliki kendaraan motor maupun mobil, mereka tetap merasakan kenaikan ongkos, bahkan sampai 2 kali lipat. Sebagai contoh:

Budi naik motor ke kantornya di kuningan dari Bekasi, maka setelah BBM naik dia akan membayar BBM di SPBU kalimalang lebih mahal 20%, onderdil dan biaya montir di bengkel di Bekasi 20%.

Sedangkan Ibu Wati, yang bekerja sebagai cleaning service di Mampang dari Depok, maka beliau akan membayar angkot Rp. 3000 (naik 20%), metromini Rp. 3000 (naik 20%) dan juga ojek Rp 4000 (naik 20% karena beliau sudah tidak kuat untuk jalan kaki lagi).

Negara ini adalah anggota negara pengekspor minyak dunia, tetapi minyak yang kita produksi masih dibawah konsumsi kita, alasannya sederhana, karena jalan Sudirman selalu macet di pagi dan sore hari, karena pejabat kita tidak mau naik angkutan umum dari kalibata (perumahan DPR) ke senayan (Gedung DPR) . Mengapa mereka nggak mau naik angkutan umum? karena angkutan umumnya terlalu buruk untuk dibilang jelek.

Iran adalah contoh paling tepat buat bangsa ini, janganlah melihat ke Amerika atau Singapura (kondisinya jauh panggang dari api), Iran mampu membatasi konsumsi BBM, sehingga konsumsi BBM dalam negeri bisa dihemat, sisanya bisa diekspor, yang akhirnya APBN naik dan pemerintah bisa mensejahterakan rakyatnya. Iran tidak butuh smartcard, Iran tidak butuh perhitungan njelimat, merekapun tak perlu pemimpin yang ahlinya (nyindir bapak gubernur dulu :D ). Iran cuma punya ahmadinejad dan pemimpin lain yang rela naik mobil cc kecil (bukan mercy) dan tinggal di rumah yang tidak butuh listrik besar.

Akhirnya, sebagai calon pemimpin bangsa (kita bukan rakyat biasa yang tidak bisa apa-apa), sudah seharusnya kebiasaan bapak-bapak kita berhenti sampai di sini. Mulai menghemat BBM/listrik dan biaya having fun, alokasikan sisa penghematan itu untuk ibu Wati dan ibu-ibu yang lain dan mudah-mudahan bangsa ini akan jadi bangsa yang kita banggakan ketika usia kita telah mencapai 50 tahun kelak. :)


Awal Advertorial Indonesia

April 30, 2008
Awal tahun ini beberapa blog terkenal di Indonesia, sebut saja Life Auditor, Business and Beyond, atau Sudut Pandang, ramai-ramai membicarakan tentang multi-function printer baru dari HP. Tak lupa di sebelah banner terselip banner HP dan event terbarunya.

Setelah membaca dengan seksama dan mendalam :) , ternyata mereka semua mendapatkan seperangkat multi-function printer dari HP dengan me-review perangkat baru tersebut. Di sini HP memulai advertising cara baru dengan promosi ke situs-situs blog di Indonesia.

Yang jadi pertanyaan adalah, apakah ini adalah awal dari Profesional Advertorial di Indonesia?
Jika iya, siapa yang akan mengambil ceruk pasar advertorial ini?

nb: foto di atas dipasang bukanlah karena penulis juga kebagian gadget tersebut, tapi kalo dikasih sih alhamdulillah banget :D