Business vs Open Source di CSUI01

June 3, 2008
Hari ini terjadi pertarungan konsep di civitas akademika CSUI 01, bos Adzan menulis tentang seminar dan business expose Internetnya di blog AdzanWahyu.com. Pengumuman business opportunity dan seminar itu membahas tentang wireless internet dengan konsep rtrw.net. Salah satuya adalah pembagian ebook secara cuma-cuma kepada peserta seminar, namun sebagai strategi marketing disebutkan perceive value nya adalah 1 juta rupiah.

Rupanya tulisan itu mengundang kritik dari sudara Aldi tentang bahwa pendidikan seperti layaknya perangkat lunak seharusnya gratis dan dapat dinikmati semua orang, tulisannya dimuat di blog pribadi di kriwil.com.

Selanjutnya, saya jadi teringat akan dua kutub antara Bill Gates dan Steve Job di kubu Software as Business dan Richard M Stallman dengan GNUnya. CSUI01 memang sebuah dunia mini dengan beragam karakter dan peran individu di dalamnya. Namun meski berbeda, kita tetaplah anak muda yang pernah belajar bersama di Depok. :D

NB:
CSUI01 adalah Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer UI angkatan 2001
ciri-ciri yang mudah terlihat adalah login name dan alamat email pribadi biasanya diakhiri dengan 101 :P


Kenaikan BBM dan Penghematan

May 8, 2008
Akhirnya BBM itu naik juga, akhir 2005 yang lalu bapak presiden pernah menyampaikan tidak akan menaikan harga BBM lagi. Oleh karena itu, semenjak pernyataan itu dibuat, pemerintah langsung mengarap proyek smartcard yang dipimpin oleh BPH Migas.

Pertama, masalah BPH Migas, 2005 yang lalu saya pernah terlibat dalam salah satu proyek monitoring BBM Minyak Tanah oleh BPH Migas, konsepnya setiap agen akan mengirimkan laporan stok mereka melalui SMS ke BPH Migas dan sistem informasi IT di BPH Migas akan menampilkan laporan itu kepada para pengambil keputusan di lembaga pemerintah sekaligus memonitor penyaluran Minyak Tanah ke masyarakat. Tetapi saat ini kebijakan yang dilakukan adalah konversi minyak tanah ke Gas Elpiji, lalu buat apa sistem itu dibuat?.

Kedua, Jika BBM dinaikan maka imbasnya adalah pengeluaran pengguna mobil dan motor akan bertambah pada pos pembelian BBM, perawatan kendaraan dan Onderdil untuk masing-masing kendaraan mereka. Tetapi bagi masyarakat yang tidak memiliki kendaraan motor maupun mobil, mereka tetap merasakan kenaikan ongkos, bahkan sampai 2 kali lipat. Sebagai contoh:

Budi naik motor ke kantornya di kuningan dari Bekasi, maka setelah BBM naik dia akan membayar BBM di SPBU kalimalang lebih mahal 20%, onderdil dan biaya montir di bengkel di Bekasi 20%.

Sedangkan Ibu Wati, yang bekerja sebagai cleaning service di Mampang dari Depok, maka beliau akan membayar angkot Rp. 3000 (naik 20%), metromini Rp. 3000 (naik 20%) dan juga ojek Rp 4000 (naik 20% karena beliau sudah tidak kuat untuk jalan kaki lagi).

Negara ini adalah anggota negara pengekspor minyak dunia, tetapi minyak yang kita produksi masih dibawah konsumsi kita, alasannya sederhana, karena jalan Sudirman selalu macet di pagi dan sore hari, karena pejabat kita tidak mau naik angkutan umum dari kalibata (perumahan DPR) ke senayan (Gedung DPR) . Mengapa mereka nggak mau naik angkutan umum? karena angkutan umumnya terlalu buruk untuk dibilang jelek.

Iran adalah contoh paling tepat buat bangsa ini, janganlah melihat ke Amerika atau Singapura (kondisinya jauh panggang dari api), Iran mampu membatasi konsumsi BBM, sehingga konsumsi BBM dalam negeri bisa dihemat, sisanya bisa diekspor, yang akhirnya APBN naik dan pemerintah bisa mensejahterakan rakyatnya. Iran tidak butuh smartcard, Iran tidak butuh perhitungan njelimat, merekapun tak perlu pemimpin yang ahlinya (nyindir bapak gubernur dulu :D ). Iran cuma punya ahmadinejad dan pemimpin lain yang rela naik mobil cc kecil (bukan mercy) dan tinggal di rumah yang tidak butuh listrik besar.

Akhirnya, sebagai calon pemimpin bangsa (kita bukan rakyat biasa yang tidak bisa apa-apa), sudah seharusnya kebiasaan bapak-bapak kita berhenti sampai di sini. Mulai menghemat BBM/listrik dan biaya having fun, alokasikan sisa penghematan itu untuk ibu Wati dan ibu-ibu yang lain dan mudah-mudahan bangsa ini akan jadi bangsa yang kita banggakan ketika usia kita telah mencapai 50 tahun kelak. :)


Fase Baru untuk Saudara dan Saudariku

June 16, 2006

Esok, 16 juni 2006, Ukhti Audra akan menikah. Selamat ya ukh, selamat menjalani kehidupan yang baru. Semoga diberikan anak-anak yang sholeh dan sholehah.

Kemarin, 14 Juni 2006, Akhi Jibran secara aklamasi akan memimpin SALAM 1 Depok ke sebuah fase rapid improvement di kepengurusan baru 2006-2007. Selamat berjuang, jadilah orang-orang yang tidak biasa.

Ini adalah untuk kesekian kalinya koordinator Akhwat SALAM 1 Depok menikah tak lama setelah masa kepengurusannya berakhir, sedangkan koordinator Ikhwannya untuk kesekian kalinya pula :D (he he he tradisi yang jauh terbalik).

Tetapi bagaimanapun juga setiap masa ada pelakunya dan masa kontribusi di SALAM 1 Depok pun akan terus berjalan dengan para pelaku-pelakunya. SALAM 1 Depok akan berjalan dengan wajah-wajah baru dan rencana-rencana baru, dan kami akan terus membantu dan membantu untuk sebuah harapan tentang pendidikan, pemuda dan dakwah di Depok.

Jangan pernah berhenti.


Sabtu

December 2, 2005

Jam menunjukkan pukul 4:02

Hari sabtu, 3 Desember 2005

Alhamdulillah ………….. hari sabtu ini,
walaupun udah lulus tapi aktivitas di luar kerja nggak berkurang dan sejauh ini sesuai sama yang udah di-plan sebelum lulus.

Walaupun capek karena akhir pekan nggak pernah bisa istirahat dan tiap malem jumat harus nginep di kantor atau di tempat lain, karena ada evaluasi bulanan atau harus online di YM, tapi semuanya layak diperjuangkan :)

Pagi ini ada janji buat chat sama adik kelas + siangnya harus ke SMA sampe jam 3 buat ketemu adik kelas juga plus ketemu temen-temen. Malemnya ada janji jam 6 sampe jam 9 di depok timur.

Dan ajaibnya besok masih ada jadwal lagi :) >-


Berdiam dan menekuni sesuatu

November 2, 2005

Secara hrfiyah, I’tikaf berarti “al muktsu ‘ala syai’” (berdiam diri dan menekuni sesuatu)

Rasulullah SAW tidak pernah meninggalkan i’tikaf sejak beliau hijarah hingga beliau wafat, bahkan pada waktu menjelang beliau wafat Rasulullah beri’tikaf hingga dua puluh hari.

Wah, ternyata udah lama juga ya nggak nulis sesuatu di Blog ini :D .

Kali ini, pengen coba menceritakan pengalaman sepuluh hari terakhir pada Ramadhan 1426 H. mmmm, pertama tanggal 21….i’tikaf di masjid BI suasananya sangat mendukung (karpet empuk dan AC yang dingin :D ). tapi sebagian besar ramadhan kali ini dihabiskan di masjid BI sih, karena faktor biaya dan lokasi (deket sama kantor.. jadi bukan karena suasananya lho :P ).

Tapi bener deh kalo udah kerja itu makin terasa sulit untuk menikmati Ramadhan, terlebih kalo nggak punya targetan di bulan Ramadhan.

Jadi, pelajaran berharga di bulan Ramadhan kali ini adalah …
1. Buat Target pada setiap RAMADHAN, khususnya untuk diri sendiri, terutama masalah ibadah Ramadhan
2. Buat catatan capaian kita dari Ramadhan ke Ramadhan (sekalian buat bahan muhasabah di sepuluh hari terakhir :D )
3. Jangan pindah kerjaan pas deket-deket Ramadhan :D (soalnya nanti dapet THRnya proporsional :P )


An unexpected week

October 3, 2005

There were so many stories untold
There were so many secret hidden
There were so many secret

But why this secret…… that have to be told